Seputar Test STP Bandung

Helloo semuaa..
Perkenalkan nama saya Anna Karina dulu menimba ilmu di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung prodi Administrasi Hotel angkatan 2011.

Kenapa saya baru buat artikel tentang STP Bandung sekarang? Soalnya adik saya yang paling kecil ingin masuk STP Bandung juga dan dia nanya-nanya terus. Karena saya berpikir banyak orang juga yang akan kebingungan makanya saya mencoba membantu dengan artikel ini.

Kenapa saya masuk perhotelan? Jawabnya saya juga ga tau sih hahaha.. Cuma pas psikotes waktu SMA ada tertulis pekerjaan yang cocok untuk saya adalah hospitality, jadi saya coba nanya-nanya dan akhirnya ketemu dengan STP Bandung ini. Mungkin NHI atau Enhaii lebih dikenal dibanding STP Bandung ya.

Waktu jaman saya, STP Bandung itu adalah kampus paling terakhir yang mengadakan PMB dan di STPB ini hanya ada 1 gelombang. Saya sempet kaget juga, soalnya kampus laen itu udah sampai gelombang 8 dan saya baru mau tes masuk.

Saya ke STPB sendiri untuk membeli formulir karena dulu sih belum kaya sekarang yang bisa online. Setelah mengisi semua form, memenuhi kelengkapan berkas, dan mendapatkan nomor ujian akhirnya saya pulang. Sehari sebelum test lebih baik untuk datang ke kampus dan memeriksa kita test diruang mana supaya pas hari H kita ga lari-lari buat nyari kelasnya.

Hari pertama di pagi harinya saya test psikotes dulu, ini sih gampang ya. Cuma buat nentuin pribadi kita doang kaya gimana. Abis test psikotes ada jeda untuk makan siang sebelum lanjut ke test bahasa inggris. Ada cerita lucu sih pas makan siang ini. Saya kebetulan test bareng sama tetangga saya dan makan siang barengan di KFC. Dia bawa buku bahasa inggris tebel banget dan sambil makan dia belajar terus. Sedangkan saya? Lebih milih makan terus doang hahaha.. Tapi saya sempet takut juga sih gimana kalau ntar saya ga keterima.Tapi yaudah lah jangan dipikirin. Dan akhirnya tiba saat test bahasa inggris dimulai. Saat mendapat soal saya bernafas lega karena soalnya Multiple Choice alias Pilihan Ganda. Ada sekitar 90 nomor kalau tidak salah dan ga terlalu susah juga kok.

Hari kedua adalah test wawancara. Sebenernya ini yang paling bikin deg-degan. Bertatapan langsung dengan dosen kan, gimana ga nervous. Saat wawancara kalau bisa sih pakai pakaian yang rapi. Kemeja, rok/celana panjang, dan sepatu tertutup. Saya suka ketawa sendiri kalau inget dulu ada yang pke roknya asimetris atau pakai high heels yang tinggi banget. Karena saya dapet urutannya ditengah-tengah jadi nunggunya agak lama dan makin tambah nervous. Akhirnya setiap orang yang keluar dari ruangan wawancara saya nanya ditanyain apa aja sama dosennya. Tapi sebelumnya saya udah hafalin beberapa bandara internasional di dalam negeri dan luar negeri. Tibalah saatnya wawancara, sebelum masuk kedalam kelas harus ketuk pintu sampai dipersilahkan masuk. Saat menutup pintu tidak boleh membelakangi sang pewawancara. Duduklah saat sudah dipersilahkan. Jika ditanya dengan bahasa inggris jawab dengan bahasa inggris, saat ditanya bahasa indo ya jawab bahasa indo. Untuk bahasa inggris pertanyaannya standart sih, tell me about yourself dsb. Untuk bahasa indo saya ditanya kapan lahirnya pancasila (jawabannya jaman kerajaan majapahit bukan jama soekarna yaaa hahaha), tentang klasifikasi hotel, daaann bandara internasional di dalam negeri. Dan akhirnya selesaaaaii.

Hari ketiga adalah test kesehatan. Kita harus pakai legging dan kaos putih. Sempet ada kakak kelas yang cerita kalau nanti ada test urine tpi didalam toilet ga disediain air sama sekali. Dan ternyata itu benar saudara-saudari. Kenapa demikian? Itu buat kalau yang memang pengguna narkoba jadi ga akan cheating dengan mencampur urinenya dengan air. Di test kesehatan ini cuma diperiksa paru-paru, mata, sama harus buka baju buat ngecek keseluruhan badan kita. Nah untuk yang buka baju ini buat meriksa ada tattoo atau ada bekas luka yang besar.

Kalau ada yang nanya "kak testnya susah ya?" sebenernya susah iya gampang iya. Ga tau juga apa yang buat kita keterima sama ngganya. Soalnya tetangga saya yang belajar pas makan siang itu aja ga keterima, sedangkan saya yang ga belajar malah keterima. Susah masuk STPB itu karena banyak banget yang minat tapi yang diterima hanya sedikit.

Kalau ada yang mau nanya, nanya aja ya. Saya ga gigit kok hahaha.

Comments

Popular posts from this blog

PSDP (Pembinaan Sikap Dasar & Profesi)